NGAWI l bidiktimur.id - Dalam rangka memeriahkan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668, Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar acara uri- uri budaya yang terpendam " Bursa Tosan Aji Bhumi Ngawi" tahun 2026. Acara yang berlangsung Rabu sampai Jumat (16 - 18/07/2026) dilokasikan di Gedung Kesenian Kabupaten Ngawi.
Acara pembukaan dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Ngawi, Administratur KPH Ngawi, para penggiat seni dan budaya, serta masyarakat umum yang antusias memadati lokasi acara.
Kurang lebih 300 an bilah keris dari berbagai penjuru desa sampai Kabupaten Ngawi dipamerkan dalam Pagelaran Tosan Aji menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668. Yang dikemas dalam ruang meja kaca bening dan diberikan keterang baik sang pemilik atau nama keris itu sendiri, bahkan sebagian ada yang dijelaskan fungsinya.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko. Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa Pagelaran Tosan Aji ini merupakan implementasi nyata dari tema Hari Jadi Ngawi ke-668, yaitu ‘Ngawi Tumbuh, Berdaya dan Berbudaya’, dengan mengusung tema khusus ‘Sasmita Kanjeng Kyai Parikesit’.
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menyampaikan, "pagelaran Tosan Aji menjadi salah satu implementasi tema Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668, yakni “Ngawi Tumbuh, Berdaya dan Berbudaya”.
Melalui pagelaran Tosan Aji ini kami ingin menggali mutiara-mutiara terpendam, sejarah yang selama ini tersimpan di Kabupaten Ngawi, khususnya yang berkaitan dengan tosan aji atau keris.
Kegiatan tidak sekedar memamerkan benda pusaka, tetapi juga membangun kesadaran bersama untuk menjaga, merawat, dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan para leluhur.
Yang kami inginkan generasi muda memiliki cara pandang yang benar terhadap tosan aji, bahwa ini merupakan bagian dari warisan budaya yang harus dijaga.
Karena tingginya penggemar dari berbagai kalangan ikut partisipasi, Pemerintah Kabupaten Ngawi akan jadikan Pagelaran Tosan Aji sebagai agenda rutinan tiap tahun.
Kepala Disparpora Wiwien Purwanigsih menerangkan" Pameran Tosan Aji tujuannya menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya yang selama ini tersimpan atau terpendam di tangan masyarakat, berupa peninggalan leluhur berupa pusaka yang berusia sangat tua, pameran pusaka diharapkan mampu meneguhkan identitas Kabupaten Ngawi, sebagai salah satu daerah yang kaya akan warisan sejarah dan budaya.
Dulu konon katanya sebagai piyandel para leluhur saat hidup dulu, pusaka turun temurun diberikan pada keturunan- keturunannya hingga terkenang sampai sekarang. Ratusan keris yang dipamerkan merupakan koleksi milik masyarakat, kepala desa, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forkopimda, hingga Bupati dan Wakil Bupati Ngawi sesepuh Pemangku Kabupaten Ngawi.
Respon dan magnet luar komunitas juga para koleksi pusaka, sehingga dari segala penjuru daerah se- lndonesia antusias berdatangan untuk mengikuti bursa Tosan aji di ruang tenda halaman Gedung Kesenian. Bagi yang hoby koleksi tentunya akan membeli dengan standar pembeli menyukainya. Adapun peserta bisa ikut bursa harus memenuhi seleksi beberapa kreteria oleh panitia".
Agenda Tosan Aji menghadirkan layanan konsultasi serta edukasi mengenai tosan aji. Kegiatan tersebut secara khusus menyasar generasi muda agar memahami nilai sejarah, filosofi, dan budaya yang terkandung dalam setiap bilah keris.
Keterangan salah satu penjual pusaka dari Pekalongan menjelaskan," harga terendah dari keris pusakanya 1 juta dan paling mahal tidak terhingga sesuai kesukaan pembeli, ada satu keris ditawar 150 juta.(eko)
Pewarta: eko
Editor : red
Dibaca :
16.307