DEKOPINDA Ngawi Resmi Dikukuhkan, Siap Perkuat 821 Koperasi dan Digitalisasi Ekonomi

 


NGAWI, bidiktimur.id - Upaya memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi daerah terus didorong di Kabupaten Ngawi. Kepengurusan DEKOPINDA Ngawi periode 2026–2030 resmi dikukuhkan di Pendopo Wedya Graha, Selasa (05/05/2026), dengan fokus utama penguatan 821 koperasi yang tersebar di wilayah tersebut.

Pengukuhan dilakukan oleh Ketua DEKOPIN Wilayah Jawa Timur, Slamet Sutanto, sekaligus menetapkan Atok Sunu Prastowo sebagai Ketua DEKOPINDA Ngawi periode 2026–2030.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menegaskan koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, jumlah koperasi di Ngawi saat ini menjadi potensi besar yang perlu dioptimalkan secara terarah.

“Di Ngawi terdapat sekitar 821 koperasi dengan jumlah penduduk sekitar 800 ribu jiwa. Ini merupakan rasio yang ideal. Tugas pengurus baru adalah mengorkestrasi potensi tersebut agar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Penguatan Koperasi Berbasis Agraris Jadi Prioritas

Ony juga mendorong penguatan koperasi berbasis sektor agraris yang dinilai selaras dengan karakter ekonomi masyarakat Ngawi. Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun sinergi antarkoperasi agar tercipta ekosistem usaha yang sehat dan saling mendukung.

Tak hanya itu, percepatan digitalisasi koperasi juga dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing di tengah perkembangan ekonomi modern. Digitalisasi diharapkan mampu memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi, sekaligus mencegah persaingan tidak sehat.

“Melalui sinergi dan pengelolaan yang baik, koperasi dapat menjadi kekuatan besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi ketimpangan sosial,” tambahnya.

DEKOPINDA Didorong Hadirkan Aksi Nyata

Sementara itu, Ketua DEKOPIN Wilayah Jawa Timur, Slamet Sutanto, menyebut DEKOPIN merupakan rumah besar gerakan koperasi yang memiliki fungsi sebagai wadah aspirasi, advokasi, fasilitasi, hingga edukasi bagi anggota koperasi.

Ia menegaskan pengukuhan pengurus bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menghadirkan program dan aksi nyata di tengah masyarakat.

“Jangan sampai setelah dilantik semangatnya justru menurun. Pengurus harus mampu menghadirkan aksi nyata dan menjaga komunikasi yang baik dengan seluruh anggota,” ujarnya.

Slamet juga mendorong penguatan jati diri koperasi melalui pemetaan data, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan jaringan, hingga percepatan transformasi digital koperasi.

Diharapkan Jadi Motor Ekonomi Modern dan Berdaya Saing

Dengan pengukuhan kepengurusan baru ini, DEKOPINDA Ngawi diharapkan mampu menjadi motor penggerak koperasi yang profesional, modern, dan berdaya saing. Penguatan tata kelola serta kolaborasi antarkoperasi dinilai menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.(bakohumas/eko)