Diskominfo Ngawi Gelar Workshop Metadata Statistik dan Portal Satu Data, Perkuat Tata Kelola Data OPD

 

Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Ngawi melalui Bidang Statistik menggelar Workshop.foto/kominfo 


NGAWI, bidiktimur.id - Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Ngawi melalui Bidang Statistik menggelar Workshop Pengajuan Metadata Statistik dan Portal Satu Data yang diikuti operator dari 27 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat (12-13/2/2026), di Kurnia Convention Hall, Ngawi.


Kepala Bidang Statistik Diskominfo Ngawi, Inti Kurniawati, dalam sambutannya menegaskan bahwa workshop tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus kapasitas operator OPD dalam penyusunan dan pengajuan metadata statistik sektoral. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Portal Satu Data Kabupaten Ngawi sebagai instrumen integrasi data daerah.


“Workshop ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.


Inti menjelaskan, berdasarkan rekap laporan Rekomendasi Kegiatan Statistik (Romantik) OPD tahun 2023-2025, capaian penginputan kegiatan statistik sektoral menunjukkan tren yang terus meningkat. Pada 2023, sebanyak 22 OPD dari total 27 OPD telah menginput kegiatan melalui aplikasi Romantik dan memperoleh status layak. Jumlah tersebut meningkat menjadi 27 OPD pada 2024 dan berlanjut hingga 2025.


“Kami mengapresiasi OPD yang sudah aktif menginput kegiatan statistik di aplikasi Romantik. Ke depan, kami menargetkan seluruh OPD dapat secara konsisten melaporkan setiap kegiatan statistiknya agar tata kelola data di Kabupaten Ngawi semakin tertib dan terintegrasi,” lanjutnya.


Melalui workshop ini, seluruh OPD di Kabupaten Ngawi diharapkan semakin memperkuat komitmen dalam pengelolaan data sektoral yang terstandar, terintegrasi, dan berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya Satu Data Indonesia di tingkat daerah sekaligus memperkuat kualitas perencanaan dan pengambilan kebijakan berbasis data.